wacana-sepakbola-08-oktober-2016

Wacana Sepakbola 08 Oktober 2016

Presiden FIFA yg baru dipilih kepada Pebruari dulu, Gianni Infantino, ikut disebut-sebut dalam salah satu dokumen yg tergabung dalam Panama Papers, kumpulan data keuangan & pajak yg dibeberkan ke publik oleh harian Jerman Sueddeutsche Zeitung. Nama Infantino masuk laporan dugaan suap kepada 2006. Seperti ketahuan, Infantino ialah mantan Sekretaris Jenderal UEFA. Dia terpilih sbg Presiden FIFA kepada Pebruari 2016, menukar Sepp Blatter yg dinon-aktifkan dikarenakan skandal korupsi. Laporan tersebut menunjukkan pasangan ayah & anak, Hugo & Mariano Jinkis berikan suap pada sebanyak petinggi UEFA biar ingin jual hak siar turnamen antarklub Eropa seperti Liga Champions, Liga Europa, & Piala Super terhadap jaringan televisi Amerika Selatan milik mereka.

Dokumen Panama Papers menyatakan, hak siar kejuaraan antarklub Eropa di Amerika Selatan diberikan pada perusahaan Cross Trading asal Argentina. Cross Trading membayar 111.000 dollar AS kira kira( Rp 1,4 miliar). Perusahaan tersebut jalankan perjanjian bersama rekan bisnis siaran UEFA yg dinamakan Team. Dalam perjanjian kerja sama tersebut, nama Infantino muncul juga sebagai Direktur Legal UEFA. Setelah membeli hak siar dari UEFA, Cross Trading dulu jual kembali hak siar tersebut ke stasiun televisi Teleamazonas bersama harga tiga kali lipat yg mereka bayarkan. Belakangan didapati, perusahaan Cross Trading yaitu anak perusahaan dari Full Play, perusahaan milik Hugo Jinkis.

Sampai diwaktu ini belum ada indikasi bahwa Infantino laksanakan sesuatu yg tanpa izin. tapi, kepastian bersih tidaknya Infantino tetap menunggu penjelasan kenapa Cross Trading menaikkan harga hak siar demikian tinggi disaat menjualnya ke Teleamazonas. Pihak UEFA membantah keterlibatan mereka dgn kasus tersebut. Dalam opini resminya, UEFA menyampaikan tak tahu bahwa ada perjanjian antara Cross Trading & Teleamazonas. “Cross Trading muncul juga sebagai kolega kerja sama lantaran Team mendapat berita bahwa perusahaan tersebut jadi kastemer eksklusif buat hak siar pertandingan di Eropa,” begitu bunyi pendapat resmi UEFA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *